Our Services

Organization Change and Human Capital

Sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan atau organisasi merupakan modal yang harus dipertahankan dan juga dikembangkan pengetahuan dan keahliannya. Proses pengembangan dan pengelolaan SDM merupakan rencana jangka panjang yang harus dipertimbangkan dengan matang, misalnya saja dengan penempatan SDM yang sesuai dengan keahliannya, mengukur kebutuhan kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan perusahaan dan mengadakan training bagi pengembangan knowledge dan skill karyawan.

Dengan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, Magna Transforma dapat membantu perusahaan dalam melakukan perubahan manajemen dengan cara mendesain ulang organisasi dan mendampingi penerapan perubahan organisasi, mendampingi penerapan dan pengembangan sistem manajemen HR, membuat prosedur HRM (Human Resouce Management) yang sistematis melalui otomatisasi software HRIS (Human Resources Information System Implementation), pelatihan untuk proses recruitment & selection, menerapkan dan mengembangkan budaya organisasi, membantu dalam implementasi individual scorecard, membantu dalam pengembangan manajemen kinerja, melakukan perbaikan kepemimpinan, melakukan perubahan pada struktur organisasi berdasarkan job analysis dengan cara job grading dan job evaluation, serta pendampingan pada career management dan talent management.

 
    • 1. Organizational Redesign and Change Implementation

Melakukan re-design organisasi tidak hanya sebatas mengubah kotak-kotak dalam struktur organisasi. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan re-design, di antaranya adalah strategi yang dipilih, kemampuan sumber daya terutama sumberdaya manusia yang tersedia dalam organisasi, bisnis proses, dan aspek psikologis yang akan membawa dampak produktivitas dan loyalitas tim dalam bekerja.
Restrukturisasi pada dasarnya melakukan perubahan mendasar terhadap organisasi, oleh karena itu perlu dilakukan secara terencana, pasti, dan intensif dalam sosialiasi dan komunikasinya. Dalam hal ini konsultan akan membantu dalam merancang struktur organisasi sesuai dengan strategi organisasi yang dipilih untuk memastikan bahwa organisasi mampu melaksanakan strategi secara efektif. Dalam mendampingi implementasinya konsultan akan berperan mengelola perubahan agar transisi organisasi dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

 
    • 2. Human Resources Management System Development and Implementation

Human Resources Management System secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu rancangan yang terintegrasi dalam mengelola sumberdaya manusia meliputi strategi sampai pelaksanaan teknis operasional dengan ruang lingkup mulai dari pengadaan pegawai, analisis kerja, remunerasi, manajemen kinerja, pelatihan dan pengembangan, hubungan industrial, dan manajemen karir yang ditunjang dengan teknologi informasi.
Human Resources Management System yang baik adalah sistem yang mampu menunjang pencapaian kinerja organisasi dan terlaksana secara terkendali. Oleh karena itu konsultan akan membantu merancang Human Resources Management System dengan mengacu kepada bisnis strategi perusahaan.
Implementasi, evaluasi dan monitoring serta perbaikan sistem merupakan langkah-langkah pendampingan yang strategis yang dapat dilakukan konsultan bersama klien untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 
    • 3. Human Resources Information System Implementation

Human Resources Information System merupakan interaksi antara Human Resources Management dan teknologi informasi dalam rangka mencapai pengelolaan sumberdaya manusia dalam organisasi secara efektif dan efisien.
Dengan implementasi software yang tepat dan disesuaikan dengan strategi pengelolaan sumberdaya manusia dalam suatu organisasi, maka penerapan HRIS akan sangat membantu dalam operasional perusahaan dan berdampak kepada profesionalisme dan kepuasan kerja karyawan.
Konsultan akan membantu dalam mengidentifikasi, melakukan implementasi dan pelatihan penggunaan software HRIS, sampai kepada review dan monitoring implementasinya.

 
    • 4. Organizational Culture Development and Implementation

Organizational Culture merupakan suatu komponen organisasi yang mencerminkan perilaku para anggota organisasi dalam berpikir, bertutur kata, bersikap, dan bertindak. Budaya organisasi ini merupakan praktek dari nilai organisasi yang terus menerus dipraktekan secara kumulatif oleh anggota organisasi dan merupakan ciri khas identitas dari organisasi tersebut.
Sebagai komponen organisasi, budaya organisasi sangat berperan untuk menghasilkan prestasi dan kinerja organisasi dari kumpulan kinerja unit kerja dan individu di dalamnya dalam jangka panjang. Budaya organisasi perlu didefinisikan, dijabarkan dengan rinci, disosialisasikan, dipraktekdan dan divisualisasikan dalam berbagai bentuk di setiap kesempatan sehingga budaya tersebut menjadi nyata dan terinternalisasi secara sengaja.
Konsultan dalam hal ini membantu mengidentifikasikan, mendetailkan dalam perilaku terukur, melakukan assessment, mensosialisasikan dan menginternalisasikannya sehingga membentuk budaya organisasi yang efektif.

 
    • 5. Individual Scorecard Cascading and Implementation

Kinerja individu akan mempengaruhi kinerja unit kerja dan akhirnya akan mempengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu kinerja pada tingkat individu, tingkat unit kerja, dan tingkat organisasi perlu terukur dalam satu sistem yang terintegrasi sehingga dapat dikendalikan dengan sempurna.
Dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard, maka kinerja dari tingkat organisasi, unit kerja, dan individu dapat dijabarkan dan terukur dengan baik. Dalam hal ini konsultan akan membantu mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengukur pencapaian kinerja individu ini untuk menjadi data dalam penerapan manajemen kinerja.

 
    • 6. Organizational Performance Management System Development and Implementation

Manajemen kinerja adalah suatu sistem pengelolaan kinerja yang mampu memberikan berbagai kepentingan pengelolaan sumberdaya manusia seperti; 1) membuat talent pool, yaitu para pemimpin masa depan organisasi yang perlu dipersiapkan sejak dini, 2) untuk menentukan besarnya reward dan punishment untuk memacu kinerja karyawan, 3) untuk menjadi acuan dalam menentukan jenjang karir seorang karyawan dalam jangka panjang.
Secara umum kinerja karyawan perlu diukur dalam dua dimensi, yaitu dimensi hasil kerja yang obyektif, dan terukur secara kuantitatif, dan kedua dimensi proses kerja yang subyektif dan kualitatif. Dalam penerapan manajemen kinerja ini konsultan akan membantu mengembangkan sistem pengukuran secara proses maupun hasil, dengan alat bantu pengukuran yang terintegrasi dalam teknologi informasi akan memudahkan dalam pengelolaan data dan pelaporannya.

 
    • 7. Organizational Learning and Knowledge Management Development and Implementation

Dengan berkembangnya teknologi terutama teknologi informasi, memungkinkan organisasi untuk dapat bekerja secara lebih cepat dan lebih produktif. Namun proses kerja dan kemampuan kerja ini perlu dirancang dan diintegrasikan dengan sistem dukungan teknologi informasi.
Organizational Learning dan Knowledge Management adalah konsep integrasi antara kemampuan manusia secara integral yang didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna.
Konsultan akan mendampingi dalam mengidentifikasi, mengembangkan konsep, mengimplementasikan, dan mengevalaluasi penerapan program ini agar daya saing perusahaan akan meningkat dalam jangka panjang.

 
    • 8. Leadership Enhancement

Kepemimpinan adalah seni untuk menggerakkan orang lain melakukan apa yang diinginkan oleh Sang Pemimpin. Seni ini bersifat sangat subyektif dan didasari oleh ketulusan hati Sang Pemimpin. Semakin tinggi jabatan dan tanggung jawab seorang professional, maka semakin dominan kepemimpinan berperan dalam ia menjalankan tugasnya.
Oleh karena itu kemampuan memimpin ini perlu ditumbuhkembangkan di semua level perusahaan. Dengan pengembangan konsep yang tepat dan unik bagi organisasi, serta penerapan yang konsisten dan menyeluruh, akan membawa dampak yang sangat positif bagi kinerja organisasi.
Konsultan membantu dalam merancang program, memberikan pelatihan, mendampingi penerapan, sampai kepada mengevaluasi dan mengukur potensi dan aktualisasi dari kemampuan memimpin di setiap level organisasi untuk mencapai keunggulan organisasi secara kompetitif.

 
    • 9. Managerial Skill Development

Kemampuan manajemen adalah kemampuan dalam mengelola sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen berbicara pada level penyelesaian tugas dan pekerjaan. Kemampuan mengelola tugas dan pekerjaan ini dapat dilatih secara intensif guna mendapatkan hasil yang optimal.
Konsultan berperan dalam melatih ketrampilan managerial kepada seluruh manajer dan melakukan harmonisasi sistem kerja yang ada di organisasi dengan kemampuan yang dimiliki oleh para manajer.

 
    • 10. Soft Competency Development

Hal yang penting dan sangat berpengaruh kepada prestasi kerja seorang professional adalah beberapa kemampuan seperti berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain, menghargai orang lain, melakukan pembinaan kepada bawahan lewat coaching dan counseling, dan seterusnya. Kemampuan berinteraksi dengan orang lain sering dikatakan sebagai people skill yang membutuhkan soft competency.
Kompetensi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar seseorang mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Dengan mengembangkan soft competency seseorang maka kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaannya akan semakin baik dan produktivitas organisasi pun akan meningkat.
Konsultan dalam hal ini membantu mengindentifikasi, mengembangkan konsep, menerapkan, melatih dan mengembangkan, serta melakukan pengukuran dan assesssment terhadap pencapaian hasil.

by: Magna Providencia