Our Services

Bureaucratic Reform for Government Organization

Sebagai program yang merupakan prioritas dari pembangunan nasional, Magna Transforma turut mengambil bagian untuk mendampingi instansi pemerintahan, terutama kementrian atau lembaga negara dalam pendampingan “Reformasi Birokrasi”. Dalam rangka meningkatkan kualitas tata laksana pemerintahan dan pemberdayaan aparatur negara, maka diperlukan proses yang berkelanjutan untuk memperbaiki profesionalisme instansi pemerintahan melalui program inovasi dan pembelajaran.

Kami menyadari akan pentingnya upaya untuk memenuhi indikator keberhasilan reformasi birokrasi seperti; kriteria kepemimpinan, kriteria perencanaan stratejik, kriteria sumber daya manusia aparatur, kriteria kemitraan dan sumber daya, serta kriteria proses.

Oleh sebab itulah, Magna Transforma menyediakan pendampingan untuk proses reformasi penyelarasan organisasi melalui penerapan BSC, memperbaharui proses bisnis dengan pemetaan dan rekayasa pengembangan bisnis, menetapkan kebijakan dan praktek reformasi HRM melalui pengembangan sistem HRM yang terpadu, menerapkan reformasi pelayanan publik melalui pengembangan sistem unit pelayanan yang terpadu, menerapkan reformasi untuk membentuk persepsi dan budaya kerja melalui manajemen Kaizen serta pengembangan organisasi pembelajar, dan lain sebagainya.

 
    • 1. Organizational Alignment Reform through Balanced Scorecard Development and Implementation

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.
Dalam aspek penataan kelembagaan, maka penerapan Balanced Scorecard akan sangat membantu Kementerian/Lembaga dalam menerapkan reformasi birokrasi. Tugas pokok dan fungsi dari Kementerian/Lembaga dapat dijabarkan menjadi sasaran-sasaran strategis organisasi yang terukur dalam indikator kinerja utama yang kemudian dapat dijabarkan (cascade) ke seluruh unit kerja di dalam Kementerian/Lembaga tsb sampai kepada penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang terintegrasi.
Konsultan dalam hal ini membantu merumuskan peta strategi organisasi dan merumuskannya ke dalam sasaran kerja yang terukur dalam indikator kinerja utama.

 
    • 2. Business Process Reform through Business Process Mapping and Reengineering Development and Implementation

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.
Dalam aspek penataan tata laksana, maka pemetaan proses menjadi sangat penting dan mendasar, karena pada peta proses inilah terletak rangkaian kerja yang terintegrasi dan terkoneksi untuk menjamin proses pelayanan publik dapat dilaksanakan sesuai dengan standard pelayanan yang ada.
Standard Operating Prosedure (SOP) yang disususn berdasarkan bisnis proses Kementerian/Lembaga akan menjamin SOP menjadi SOP yang terintegrasi dari tingkat makro ke tingkat mikro. Konsultan akan membantu dalam memetakan peta proses Kementerian/Lembaga lalu menjabarkannya dalam bentuk SOP yang terintegrasi.

 
    • 3. HRM policies and practices Reform through Integrated HRM System Development and Implementation

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumberdaya manusia aparatur.
Dalam aspek penataan sumberdaya manusia aparatur, perlu dikembangkannya Human Resources Management System yang terintegrasi mulai dari mulai dari pengadaan pegawai, analisis kerja, remunerasi, manajemen kinerja, pelatihan dan pengembangan, hubungan industrial, dan manajemen karir yang ditunjang dengan teknologi informasi.
Konsultan akan membantu dalam merancang, mengimplementasi, melakukan evaluasi dan monitoring serta perbaikan sistem merupakan langkah-langkah pendampingan yang strategis yang dapat dilakukan konsultan guna mendukung penerapan reformasi birokrasi yang optimal.

 
    • 4. Supervision Reform through Dashboard Management Development and Implementation

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.
Sebagai bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi di Kementerian/Lembaga adalah bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi secara komprehensif terhadap aspek-aspek penerapan reformasi birokrasi.
Dashboard Management adalah konsep dimana pimpinan organisasi dapat memantau dan mengendalikan unit kerjanya melalui serangkaian indikator yang dilihat pada layar komputer atas proses dan hasil kerja dari setiap sasaran startegis yang telah ditetapkan. Dengan demikian pimpinan organisasi dapat mengambil keputusan segera dan perlu untuk dapat melakukan penyesuaian dan usaha dalam rangka mencapai target-target organisasi dan mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di unit kerjanya masing-masing.

 
    • 5. Accountability Reform through Integrated Individual Scorecard Development and Implementation

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) adalah salah satu komponen dalam penerapan reformasi birokrasi terutama dalam aspek pengelolaan manajemen kinerja sumber daya manusia aparatur. Dengan mengembangkan SKP yang terintegrasi dengan aspek kinerja pada level unit kerja dan level Kementerian/Lembaga, maka reformasi akan berjalan lebih transparan dan accountable dari setiap pelaksanaanya.
Dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard, maka kinerja dari tingkat Kementerian/Lembaga, unit kerja, dan individu dapat dijabarkan dan terukur dengan baik. Dalam hal ini konsultan akan membantu mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengukur pencapaian kinerja individu ini untuk menjadi data dalam penerapan manajamen kinerja.

 
    • 6. Public Service Delivery Reform through Integrated Unit Service System Development and Implementation

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.
Salah satu tujuan akhir dari reformasi birokrasi adalah terjadinya peningkatan pelayanan publik, dimana kepuasan pihak yang dilayani adalah menjadi faktor penentu. Dengan implementasi sistem pelayanan terintegtasi satu pintu, maka kepuasan publik dapat lebih tercapai. Sistem integrasi tidak hanya dicerminkan dari satu lokasi, namun juga satu sistem, satu informasi, satu standard pelayanan, dan satu kemampuan yang sama dari petugas yang melayani.
Konsultan dalam hal ini akan membantu mengidentifikasi, mengembangkan konsep dan sistem, menerapkan sistem, melakukan pelatihan kepada petugas pelayanan, serta melakukan pendampingan dalam monitoring dan evaluasi guna mencapai pelayanan publik yang maksimal.

 
    • 7. Mind-set and Working Culture Reform through Kaizen Management and Organizational Learning Development and Implementation

Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.
Salah satu tujuan reformasi birokrasi adalah terciptanya pola pikir dan pola budaya kerja baru yang mencerminkan perilaku dari aparatur pemerintahan yang bersih dan berorientasi kepada pelayanan publik. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu sistem yang memungkinkan terjadinya peningkatan di semua lini organisasi dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Implementasi sistem Kaizen Management and Organizational Learning adalah konsep yang sudah terbukti membawa perusahaan kelas dunia seperti Honda dan Toyota mampu bersaing dalam skala global melalui perbaikan terus-menerus di semua lini organisasi.
Konsultan dalam hal ini akan mengembangkan, menerapkan, dan melakukan pendampingan dalam monitoring evaluasi program agar reformasi birokrasi dapat berjalan optimal dan peningkatan kinerja organisasi dapat terjadi secara berkesinambungan.

 

by: Magna Providencia